Sejarah Candi Borobudur – Candi
Borobudur merupakan salah satu Candi terbesar di Indonesia. Candi
borobudur merupakan salah satu Candi Buddha yang terletak di Magelang,
provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur terletak kurang lebih 40 km di
sebelah barat laut kota jogja. Dengan kendaraan umum, mobil dan sepeda
motor hanya memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja.
Candi Borobudur di bangun pada masa
penganut ajaran Buddha Mahayana tepatnya sekitar tahun 750-800 an
Masehi. Candi Borobudur pun masuk dalam 7 keajaiban dunia, selain karena
menjadi yang terbesar, Candi Borobudur menjadi Candi Buddha yang tertua
karena di bangun jauh sebelum Candi Angkor Wat di Kamboja yang masih
baru dibangun kira-kira pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja
Suryavarman II.
Sejarah menyebutkan, pastinya, Candi
Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Sedangkan
untuk asal-usulnya, Candi Borobudur pun masih diliputi misteri dan
menyebabkan banyak pertanyaan mengenai siapa pendiri awalnya.
Letak Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Berikut akan dibahas mengenai sejarah asal usul dibangunnya Candi Borobudur, mulai dari awal mula berdirinya, penemuannya kembali hingga tentang proses pemugaran Candi Borobudur kembali.
Asal Usul Candi Borobudur

Sesuai dengan namanya juga, Candi Borobudur terletak tepat di atas sebuah bukit sebagai komplek biara yang sungguh megahnya.
Memilih lokasi di atas perbukitan tinggi, kompleks biara Candi Borobudur melalui proses pembangunan dengan memakan waktu dari 75 sampai dengan 100 tahun lebih lamanya. Candi Borobudur pun diperkirakan baru benar-benar rampung 100 persen pada masa pemerintahan Raja Samaratungga pada tahun 825.
Pendiri Candi Borobudur

Dalam sejarah, diketahui bahwa masyarakat pada masa dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha ber-madzhab atau beraliran Mahayana yang taat. Kendati demikian, pada temuan yang didasarkan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa awalnya mereka mungkin beragama Hindhu Siwa.
Di Jawa, masa itu, banyak sekali terjadi pembangunan berbagai candi Hindu di dataran Kedu. Beberapa contoh misalnya, seperti Candi suci Shiwalingga yang lokasi nya pun berdekatan atau berada di sekitar kawasan Candi Borobudur. Meski begitu umumnya kemudian Candi Borobudur disepakati menjadi candi peninggalan kerajaan Buddha.
Meski sejarah menyebutkan juga bahwa Candi Borobudur sendiri dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan dibangunnya candi-candi di Dataran Prambanan, meskipun Candi Borobudur selesai dibangun lebuh dahulu sekitar tahun 825 an Masehi.
Proses Pembangunan Candi Borobudur

Megahnya bangunan Candi Borobudur sendiri terbagi ke dalam 10 tingkat yang berbentuk punden berundak. Filosofi yang terkandung pada 10 tingkat bangunan Candi Borobudur tersebut adalah untuk melambangkan tahap dan proses hidup manusia.
Bangunan Candi Borobudur memiliki enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya mempunyai atau terdapat pelataran melingkar. Pada dinding Candi juga dihiasi dengan kira-kira 2.672 panel relief serta terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama Borobudur yang paling besar terletak di tengah sekaligus menjadi mahkota di puncak bangunan ini.
Stupa puncak tersebut pun dikelilingi oleh tiga barisan dari 72 stupa berlubang yang terdapat arca Buddha yang duduk bersila di tengah-tengah bunga teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
-
Tahap Pertama
Bahan bangunan dasar Candi Borobudur adalah terbuat dari batuan andesit, namun ini tidak seluruhnya. Untuk membentuk pondasi dasar Candi Borobudur, tanah pada bagian bukit dipadatkan dan ditutup material struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah.
Bagian bukit yang tersisa ditutup dengan struktur batu lapis demi lapis. Candi Borobudur pada awalnya memiliki rancangan bangunan yang sama persis dengan tingkatan bersusun piramida. Namun kemudian susunan ini diubah dan diganti dengan rancangan tiga undakan pertama yang menutup struktur asli bangunan piramida yang diubah.
-
Tahap Kedua
Kemudian setelahnya, di atasnya langsung dibangun sebuah stupa induk atau tunggal yang sangat besar. Stupa besar ini kemudian yang menjadi mahkota pada puncak Candi Borobudur.
-
Tahap Ketiga
Lalu, pada pelataran undak-undak tersebut, diletakkan stupa induk tunggal di tengah-tengahnya menjadi mahkota puncak yang baru. Perubahan undak stupa ini dikarenakan stupa lama terlalu besar dan berat serta beresiko sehingga diganti tiga stupa kecil dan satu stupa induk.
Rancangan bangunan yang diubah juga menyebabkan pondasi candi juga agak diperlebar dan diperluas. Kemudian di kaki asli bangunan Candi Borobudur juga dibangun kaki tambahan. Kaki tambahan ini gunanya untuk menutup relief Karmawibhangga.
-
Tahap keempat
Penemuan Candi Borobudur

Candi Borobudur terkubur di dalam lapisan tanah dan debu vulkanik akibat letusan gunung berapi yang kemudian lama-kelamaan tanah tersebut ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga masyarakat tidak tahu-menahu bahwa bukit disekitar lingkungan mereka adalah kuburan Candi raksasa. Karena pada saat itu Candi Borobudur benar-benar menyerupai bukit pada umumnya.
Tidak diketahui perihal kenapa Borobudur ditinggalkan dan ditelantarkan tidak dirawat. Menurut sejarah yang ada, salah satu kemungkinan penyebab mengapa Candi Borobudur ditinggalkan adalah dipindahkannya ibu kota kerajaan Medang oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 928 sampai 1006 Masehi ke kawasan Jawa Timur karena terjadinya bencana yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Meskipun demikian, pernyataan ini juga belum bisa dipastikan karena tidak ada bukti untuk menguatkan.
Candi Borobudur kemudian ditemukan kembali, tepatnya pada tahun 1814 Masehi, oleh pemerintahan Inggris di Jawa yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles yang memang memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa. Raffles pun dianggap sangat berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur dan mulai menari perhatian dunia tas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.
Pemugaran Candi Borobudur

Akhir tahun 1960 an, pemerintah Indonesia meminta kerjasama pemugaran berskala internasional. Hingga pada tahun 1975 sampai 1982 bersama UNESCO, Candi Borobudur direnovasi kembali. Dan pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam Situs Warisan Dunia (world heritage)..
Demikian ulasan sedikit mengenai sejarah Candi Borobudur. Sekian penjelasan yang mampu diberikan penulis semoga dengan adanya ini dapat memberikan Anda para pembaca manfaat sebaik-baiknya. Selamat Membaca.
sumber: https://moondoggiesmusic.com/sejarah-candi-borobudur/
Danau Sentani
Danau Sentani, Nirwana Dunia di Tanah Papua Potensi wisata di Indonesia memang tidak ada habisnya. Jika Anda menelusuri dari Sabang samp...
